Sahabatku.....Sebentar lagi Bulan Rajab Lho, Apa itu Bulan Rajab ??
Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari bulan hijriah (penanggalan Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini..
Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan haram, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, Rajab.
Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan.
Tentang bulan-bulan ini, Al-Qur’an menjelaskan:
“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
Mengapa Dinamakan Bulan Haram ?
Bulan-bulan haram memiliki kedudukan yang agung termasuk bulan Rajab. Dinamakan bulan-bulan haram karena :
1. Diharamkannya berperang di bulan-bulan itu kecuali musuh yang memulai.
2. Keharaman melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dibulan ini lebih besar di bandingkan bulan yang lain.
ALLAH SWT berfirman :
يا أيها الذين آمنوا لا تحلوا شعائر الله ولا الشهر الحرام
“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan janganlah melanggar kehormatan bulan-bulan haram”. <QS.Al-Maidah (5) : 2>
Karena kedudukannya yang khusus itu maka hendaklah dijaga kesucian bulan-bulan haram dengan menjauhi maksiat, sebab kadar dosa dan maksiat akan diperbesar karena pemuliaan Allah atas bulan-bulan tersebut. Karena itulah Allah telah secara khusus memperingatkan kita di ayat yang lalu agar jangan menzalimi diri di bulan-bulan itu padahal secara umum perbuatan tersebut diharamkan pada setiap waktu. Larangan ini mencakup melakukan atau beritikad melakukan perbuatan dosa.
Rasulullah Shollallahu a'laihi wasallam biasa mempersiapkan diri dalam menyambut bulan puasa jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan ketika beliau melihat awal bulan Rajab, dua bulan sebelum Ramadhan, beliau telah mempersiapkan diri secara ruhani. Beliau menundukkan hati dan menancapkan niat yang suci melalui doanya :
Do’a memasuki bulan rajab
Di antara do’a yang dibaca ketika memasuki bulan rajab sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Shollallahu A'laihi wasallam dari sahabat Anas bin Malaik ra. adalah :
اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانٍ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان
Allaahummaa bariklanaa fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighnaa Ramadhaan.
“Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah (umur) kami hingga ke bulan ramadhan”. (HR.Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 3654)
Beliau dengan khusyuk memohon kepada Allah agar memberkahi dirinya dan kaum muslimin di dua bulan menjelang Ramadhan. Tanpa keberkahan ini, tentulah hari-hari kita akan berkurang nilainya, apalagi dalam rangka menyongsong bulan yang penuh pahala dan ampunan dari ALLAH SWT.
Demikianlah Rasulullah Shollallahu A'laihi wasallam yang telah menjadikan bulan Rajab sebagai titik tolak, sebagai bulan pencanangan untuk menyambut Ramadhan.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa’i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): “Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban.
Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”
Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang” itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim.
Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah).
Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu.
Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban.
Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.
Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)
Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi,
lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibril a.s.
“Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.
Yuuk...kita amalkan ...
Semoga Bermanfaat..
Wallahu A'lam Bish Showwab
Salam Ukhwah Smile
** Dari Berbagai Sumber **
http://www.lailahaillallah.com/bulletin/view/id_533/
Amalan yg di lakukan pada Bulan Rajab adalah :
`1. Memperbanyak membaca istighfar:
Astaghfirullaha wa atubu ilayh.2. Dalam suatu riwayat disebutkan:
“Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya membaca
tasbih 100 kali setiap hari, agar memperoleh pahala puasa di
dalamnya.
Tasbihnya sebagai berikut:
َ
ﻥﺎَﺤْﺒُﺳ ِﻪﻟِْﻻﺍ ،ِﻞﻴﻠَﺠْﻟﺍ َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ ْﻦَﻣ ﻲِﻐَﺒْﻨَﻳ َﻻ
ّﻻِﺇ ُﺢﻴِﺒْﺴَّﺘﻟﺍ ،ُﻪَﻟ َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ ،ِﻡَﺮْﻛَﻻْﺍ ِّﺰَﻋَﻷْﺍ َﻥﺎَﺤْﺒُﺳ
ْﻦَﻣ َﺲِﺒَﻟ َّﺰِﻌْﻟﺍ ٌﻞْﻫَﺍ ُﻪَﻟ َﻮُﻫَﻭ .
Subhânal ilâhil jalîl, subhânaman lâ yanbaghit tasbîhu illâ lahu, subhânal a’azzil akram, subhâna man labisal ‘izza wa huwa lahu ahlun.
(Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak ditasbih
kecuali Dia, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci
Yang Memakai pakaian keagungan dan hanya Dia yang layak
memilikinya.)yang dibaca mulai 1 s/d 10 rajab 100kali
-
Subhaanal hayyil Qayyuumdibaca 11 s/d 20 rajab sebnyak 100kali
-
Subhaanaallahil ahadish-shamaddibaca 21 s/d 30 rajab sebnyak 100 kali
-Subhaanaallahirra-uufSmoga bermanfaat ya...Barokallah