Articles » Category
mukhtarbolimaran
Assalamu’alaikum…

Apa kabar sahabat… semoga tak lelah memantapkan iman, tak lelah meniti jalan ke surga-Nya.

Sahabat… setiap saat, setiap waktu dengan cinta-Nya Allah memanggil dan menanti hamba-Nya. Dengan sabar Allah menunggu kita semua untuk kembali taat kepada-Nya.

Dari semejak kita bangun tidur sampai kita tidur kembali di situ ada Allah yang senantiasa menyertai setiap gerak langkah kita, menyaksikan kita. Setiap saat Dia dalam penantian.

Namun, betapa sering kita sebagai hamba yang telah dikaruniai berbagai nikmat melupakan-Nya. Kita terlalu sibuk dengan dunia kita masing-masing. Namun begitu Allah tetap sayang kepada kita.

Sering Allah mengingatkan kita dengan teguran-teguran kecil yang Ia timpakan kepada kita dengan harapan kita akan mengadu kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya. Sering Allah memberi berbagai kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri, sedikit lebih peduli dengan kehidupan rohani, membersihkan hati, namun begitulah, kita lebih sering menepis dorongan nurani yang mengajak kita kembali mengingat-Nya.

Kita lebih sering menunda dan mengabaikan berbagai kesempatan yang Allah tawarkan, menganggap kecil peringatan yang diberikan, berharap masih ada waktu baginya memperbaiki diri di kemudian hari.

Wahai diriku dan Sahabatku…, pandai-pandailah mengatur waktumu. Jangan kau habiskan semuanya untuk duniamu. Ingat, bahwa kau takkan hidup selamanya. Dunia ini fana, tiada kesenangan yang abadi di sini. Semuanya hanya fatamorgana. Janganlah kau tukar kebahagiaanmu yang kekal kelak dengan kesenangan sesaat sekarang yang akan berujung pada penyesalan yang tiada berkesudahan.

Wahai diriku dan sahabatku…. Bersegeralah dalam kebaikan, berhati-hatilah menjalani hidupmu. Waspadalah dengan cobaan-cobaan kecil yang ada padamu. Bisa jadi ia adalah tanda sindiran dari Allah, bahwa kau mulai bergeser menjauhi-Nya.

Peliharalah hatimu dari keterlenaan, kealfaan dari mengingat-Nya, bersihkan hatimu sebersih-bersihnya, karena dengan begitu kau akan mudah menyerap semua ilmu-Nya, peka terhadap kesempatan dan peringatan dari-Nya.

Sahabat, selamat berjuang meniti jalan ini, bersihkan hati, bersihkan jiwa dari segala sesuatu yang menjauhkanmu dari-Nya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amiin ya Rabbal ‘alamiin.
SyarƖfaĦ ĴamЄЄla



More Flowers Wishes Comments


Yuk Kita mengukur diri kita semdiri, sudahkah kita menjadi Hamba yg Sholih ??...nah jawablah pertanyaan dibawah ini dg jujur....

Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?

Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?

Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?

Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum/sesudah Shalat wajib .?

Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?

Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?

Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah سبحانه و تعالى sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Syurga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Syurga berkata :"Wahai Allah سبحانه و تعالى masukkanlah ia ke dalam Syurga".

Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah سبحانه و تعالى agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :"Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka". Berdasarkan hadits Rasulullah صلی الله عليه وسلم yang ertinya :"Barangsiapa yang memohon Syurga kepada Allah sebanyak tiga kali, Syurga berkata :"Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Syurga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka". <Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6>

Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah صلی الله عليه وسلم .?

Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?

Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?

Apakah anda (hari ini) menangis kerana takut kepada Allah سبحانه و تعالى .?

Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan petang hari .?

Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah سبحانه و تعالى atas dosa-dosa (yang engkau perbuat) .?

Apakah anda telah memohon kepada Allah سبحانه و تعالى dengan benar untuk mati Syahid .? Kerana sesungguhnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah bersabda yang ertinya :"Barangsiapa yang memohon kepada Allah سبحانه و تعالى dengan benar untuk mati syahid, maka Allah سبحانه و تعالى akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur". <Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya>

Apakah anda telah berdo'a kepada Allah سبحانه و تعالى agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?

Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah سبحانه و تعالى di waktu-waktu yang mustajab .?

Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? <Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang difahami oleh para Sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم, kerana banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justeru merosak pemahaman Islam yang benar, pent>

Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah سبحانه و تعالى untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Kerana setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.

Apakah anda telah memuji Allah سبحانه و تعالى (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?

Apakah anda telah memuji Allah سبحانه و تعالى atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?

Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang memerlukannya .?

Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan peribadi, dan berusaha untuk marah kerana Allah سبحانه و تعالى saja .?

Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?

Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas kerana Allah سبحانه و تعالى .?

Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?

Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?

Apakah anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah .?

Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : " Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah سبحانه و تعالى akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. <Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625>

Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?

Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?

Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat yang sia-sia dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?

Apakah anda takut kepada Allah سبحانه و تعالى dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?

Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?


Saudaraku ..
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.
ΔƳΔƬ  ΔƳΔƬ  ƆƖИƬΔ
3cantik.jpg


Ya Rabb, Inilah pengakuanku.
Aku berzina, terang-terangan dalam penglihatanMU….

Ya Allah…. Dadaku berdetak.
Tangan dan tubuhku menggeletar.
Menantikan pengadilan di hadapanMU.

Akhirnya malaikat itu datang.
Membawa catatan amalanku di dunia.

Dibukanya layar….
Ditampilkan seluruh aktiviti duniaku.
Apa yang dilihat, sangat membuatkanku menyesal….

Ya Rabb, kenapa mulutku tidak dapat berbicara?

“Aku dulu selalu melihat wajah tampan lelaki bukan muhrim!” Ku dengar mata berbicara lantang.

Lalu terlihat di layar, aku sedang menatap wajah-wajah tampan teman chatting, teman facebook, dan semua teman lelakiku.

Malunya aku, Rabb…

“Aku dulu selalu mendengar kalimat mesra dari seorang lelaki yang haram bagiku!” Kali ini telingaku bicara.

Ya, semasa di dunia aku hanya sibuk bergayut dengan kekasihku. Dia memanggil aku ‘sayang’, aku pun sama…

Rabb… Kenapa semua aktiviti aku penuh maksiat?
Kenapa kegiatanku hanya berkapel?
Kenapa hari-hariku hanya disibukkan dengan nafsu syahwat semata?

Layar itu masih memancarkan kegiatan harianku.
Yang paling sering muncul adalah wajah seorang lelaki, yang sampai sekarang belum pernah aku temui.

Walaupun sehingga ajalku menjemput,
Aku sedang bergayut telefon dengan dia dan bersayang-sayangan dengannya.

Lelaki itu..
wajahnya sungguh menarik hatiku.
Dialah salah satu teman facebook, laman itu yang paling terkenal dan rancak digunakan…

Komunikasi di facebook, berlanjutan ke sms, lalu telefon.
Sekadar mengingatkan untuk sarapan dan makan. Setelah itu, semakin intim hubungan kami.

Tengah malam selalu menjadi waktu paling menyenangkan bagi kami. “Sayang, aku mencintaimu…”

Ya Tuhan.. Sia-siakah hariku?

Tiap detik aku menghabiskan waktuku hanya untuk menghubungi dia.
Tiap minit aku hanya memikirkannya.
Bahkan pada waktu menghadapMU… aku tak mengalunkan ayat-ayatMU, apalah lagi qiamullail..

Rabbi… Malam itu dia menghubungiku. Malam kematianku.
Seperti biasa, dia menanyakan khabarku, bertanya tentang kuliahku, bertanya tentang keluargaku.
Dan hal yang selalu kami lakukan…

Dia memanggilku ‘sayang’ dan akupun demikian….

Aku sungguh menaruh hati padanya. Aku pun mencintai dia, seorang lelaki yang belum pernah aku temui.

Allah… Aku mengaku salah.
Aku berkapel dengannya, walaupun kami tak pernah bertemu.
Aku berzina! Lidahku berzina mengucap sayang padanya tanpa didasari ikatan pernikahan.
3cantik.jpg
Telingaku berzina mendengarkan pujian sayang dan kalimat mesranya padaku. Mataku berzina melihat foto-fotonya. Hatiku berzina kerana selalu merindukannya.

Allah… Aku sudah menghadapMU, dalam su’ul khatimah.

Ku mohon, sedarkan lelaki itu Ya Allah.

Jangan biarkan dia mati dalam keadaan seperti itu. Sedarkan dia ya Rabb…
Facebook, semuanya bermula. Allah, aku berzina. Seberapapun kecil pun, aku sudah berzina.

Mataku, telingaku, lidahku, hatiku…..
Menitis air mata ini. Andai aku dapat kembali ke dunia lagi….
Islam is my way of life
Tidur-Tidur Yang Sunat Dikejutkan
Mengejutkan orang yang tidur disunatkan sekiranya orang itu tidur dalam keadaan berikut:

Pertama:
seorang yang tidur di masjid dan waktu solat sudah tiba. Ini berdasarkan hadis Abu Bakrah ra, beliau berkata:

خرجت مع النبي صلى الله عليه وسلم لصلاة الصبح فكان لا يمر برجل إلا ناداه بالصلاة أو حركه برجله
“ Aku keluar bersama Nabi saw untuk menunaikan solat subuh. Beliau tidak lalu pada mana-mana lelaki melainkan akan menyerunya untuk solat atau menggeraknya untuk solat dengan kakinya.” (Hr Abu Daud 1246 – semua perawinya thiqah)

Kedua:
Orang yang tidur dihadapan orang yang solat kerana menggangu orang yang solat.

Ketiga:
Tidur diatas permukaan bangunan tanpa penghadang.
Rasulullah saw bersabda:

من بات على ظهر بيت ليس له حجار فقد برئت منه الذمة
“Sesiapa yang tidur diatas permukaan bangunan tanpa ada penghadang (dari jatuh bangunan), sesungguhnya telah terlepas dari tanggungjawab mana-mana pihak (sekiranya jatuh). (Hr Abu Daud – semua perawinya adalah thiqah)

Keempat:

Tidur dalam keadaan separuh badan terkena cahaya matahari dan setengah lagi tidak kena.

Nabi saw bersabda:

إذا كان أحدكم في الشمس فلقص عنه الظل وصار بعضه في الشمس وبعضه في الظل فليقم
“Apabila salah seorang kamu berada di bawah pancaran matahari, kemudian matahari menaik dan sebahagian tubuh mu terkena pancaran matahari dan sebahgian yang lain tidak kena , hendaklah dia beredar.” (Hr Abu Daud – semua perawinya thiqah)

Kelima:
Tidur waktu subuh.

Nabi saw bersabda:

الصبحة تمنع الرزق
“Tidur subuh menegah rezki.” (Hr Ahmad – sanad lemah)

Umar bin Abdul Aziz apabila melihat anaknya sedang tidur waktu subuh, beliau mengejutkannya dan berkata:

الأرزاق تقسم وأنت نائم
“Rezeki dibahagi2kan sedangkan engkau tidur.”

Keenam:
Tidur sebelum isya kerana makruh tidur waktu itu. Ini disebut dalam hadis yang panjang, riwayat dari Abi Bakrah ra dimana beliau berkata:

كان يكره النوم قبلها والحديث بعدها
“Baginda tidak suka tidur sebelum solat isya dan sembang-sembang selepasnya.” (Hr Bukhari - sahih)

Ketujuh:
Tidur lepas solat asar.
Nabi saw bersabda:

من نام بعد العصر فاختلس عقله فلا يلومن إلا نفسه
" Sesiapa yang tidur selapas solat asar dan hilang akalnya , janganlah dia mencela melainkan dirinya.” (Hr Abu Ya’la – Sanad lemah)

Kelapan:
Tidur berseorangan di rumah. Hukum ini disebut oleh al-Hulaimi dalam kitabnya al-Minhaj Fi Syu’abil Iman.

Kesembilan:
Perempuan yang tidur menelentang. Ini kerana ianya makruh seperti yang disebut dalam kitab yang sama.
Umar bin Abdul Aziz telah menegah anaknya yang tidur sedemikian.

Kesepuluh:
Seseorang yang tidur meniarap. Baginda melihat seorang lelaki meniarap. Lalu baginda bersabda:

إن هذه ضجعة يبغضها الله ورسوله
Maksudnya: “Sesungguhnya ini adalah cara baring yang dimurkai oleh Allah dan Rasulnya.” (Hr Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi)

Abu Umamah r.a berkata: Nabi s.a.w lalu dekat seorang lelaki yang tidur meniarap di Masjid. Lalu baginda memukulnya dengan kakinya dan berkata:

قم واقعد فإنها نومة جهنمية

Maksudnya: “Bangunlah kamu dari tidur dan duduklah sesungguhnya ini adalah cara tidur ahli neraka jahannam.” (Hr Ibnu Majah)

Kesebelas:
Mengejutkan orang tidur untuk bangun qiamullail.
Nabi saw bersabda:

رحم الله رجلا قام من الليل فصلى وأيقظ امرأته فإن أبت نضح في وجهها الماء رحم الله امرأة قامت
من الليل فصلت وأيقظت زوجها فإن أبى نضحت في وجهه الماء
“Allah merahmati lelaki yang bangun malam, menunaikan solat dan mengejutkan isterinya. Sekiranya isterinya enggan, dia akan merenjiskan air pada muka isterinya. Allah merahmati wanita yang bangun malam, menunaikan solat dan menegejutkan suaminya. Sekiranya suaminya enggan, dia akan merenjis air ke muka suaminya. (Hr Abu Daud 1308 – perwai2nya thiqah)

Ke ~ Dua Belas:
Mengejutkan orang yang tidur untuk bangun sahur. Nabi saw bersabda:

إن بلالا ينادي بليل فكلوا واشربواحتى ينادي ابن مكتوم
“Sesungguhnya bilal akan mengumandangkan azan pada waktu malam (sebelum subuh), maka makanlan dan minumlah sehingga Ibnu Maktum mengumandangkan azan subuh.” (Hr Muslim)
BASHIROH
Sahabats…

Kita semua sedang berada di Mauthin (Negri) Dunia, maka sebaiknya kita pun mengenali sifat-sifat Dunia…
Kali ini kembali kami posting tulisan karya Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Kima Kebahagiaan” pandangan beliau tentang Hakikat Dunia… Semoga bermanfaat….

Dunia ini adalah sebuah panggung atau pasar yang disinggahi oleh para musafir di tengah perjalannya ke tempat lain. Di sinilah mereka membekali diri dengan berbagai perbekalan untuk perjalanan itu. Jelasnya, di sini manusia dengan menggunakan indera-indera jasmaniahnya, memperoleh sejumlah pengetahuan tentang karya-karya Allah serta, melalui karya-karya tersebut, tentang Allah sendiri.

Suatu pandangan tentang-Nya akan menentukan kebahagiaan masa-depannya. Untuk memperoleh pengetahuan inilah ruh manusia diturunkan ke alam air dan lempung ini. Selama indera-inderanya masih tinggal bersamanya, dikatakan bahwa ia berada di “alam ini”. Jika kesemuanya itu pergi dan hanya sifat-sifat esensinya saja yang tinggal, dikatakan ia telah pergi ke “alam lain”.

Sementara manusia berada di dunia ini ada dua hal yang perlu baginya.

Pertama, perlindungan dan pemeliharaan jiwanya;

kedua, perawatan dan pemeliharaan jasadnya. Pemeliharaan yang tepat atas jiwanya,

sebagaimana ditunjukkan di atas, adalah pengetahuan dan cinta terhadap Tuhan. Terserap ke dalam kecintaan akan segala sesuatu selain Allah berarti keruntuhan jiwa.

Jasad bisa dikatakan sebagai sekadar hewan tunggangan jiwa dan musnah, sementara jiwa terus abadi.

Jiwa mesti merawat badan persis sebagaimana seorang peziarah, dalam perjalanannya ke Makkah, merawat ontanya. Tetapi jika sang peziarah menghabiskan waktunya untuk memberi makan dan menghiasi ontanya, kafilah pun akan meninggalkannya dan ia akan mati di padang pasir.

Kebutuhan-kebutuhan jasmaniah manusia itu sederhana saja, hanya terdiri dari tiga hal;

makanan,
pakaian dan
tempat tinggal.

Tetapi nafsu-nafsu jasmaniah yang tertanam di dalam dirinya dan keinginan untuk memenuhinya cenderung untuk memberontak melawan nalar yang lebih belakangan tumbuh dari nafsu-nafsu itu. Sesuai dengan itu, sebagaimana kita lihat di atas, mereka perlu dikekang dan dikendalikan dengan hukum-hukum Tuhan yang disebarkan oleh para nabi.


Sedangkan mengenai dunia yang mesti kita garap, kita dapati ia terkelompokkan dalam tiga bagian,

hewan,
tetumbuhan dan
barang tambang.

Produk-produk dari ketiganya terus-menerus dibutuhkan oleh manusia dan telah mengembangkan tiga pekerjaan besar;

pekerjaan para penenun,
pembangun dan
pekerja logam.

Sekali lagi, semuanya itu memiliki banyak cabang yang lebih rendah seperti penjahit,
tukang batu dan
tukang besi.

Tidak ada daripadanya yang bisa sama sekali bebas dari yang lain. Hal ini menimbulkan berbagai macam hubungan perdagangan dan seringkali mengakibatkan kebencian, iri hari, cemburu dan lain-lain penyakit jiwa.

Karenanya timbullah pertengkaran dan perselisihan, kebutuhan akan pemerintahan politik dan sipil serta ilmu hukum.
Demikianlah, pekerjaan-pekerjaan dan bisnis-bisnis di dunia ini telah menjadi
semakin rumit dan menimbulkan kekacauan.

Sebab utamanya adalah manusia telah lupa bahwa kebutuhan-kebutuhan mereka sebenarnya hanya tiga;

pakaian,
makanan dan
tempat tinggal,

dan bahwa kesemuanya itu ada hanya demi menjadikan jasad sebagai kendaraan yang layak bagi jiwa di dalam perjalanannya menuju dunia berikutnya.

Mereka terjerumus ke dalam kesalahan yang sama sebagaimana sang peziarah menuju Makkah yang, karena melupakan tujuan ziarah dan dirinya sendiri, terpaksa menghabiskan seluruh waktunya untuk memberi makan dan menghiasi ontanya.

Seseorang pasti akan terpikat dan tersibukkan oleh dunia – yang oleh Rasulullah dikatakan sebagai tukang sihir yang lebih kuat daripada Harut dan Marut – kecuali jika orang tersebut menyelenggarakan pengawasan yang paling ketat.

Watak penipu dari dunia ini bisa mengambil berbagai bentuk.

Pertama, ia berpura-pura seakan-akan bakal selalu tinggal dengan anda, sementara nyatanya ia pelan-pelan menyingkir dari anda dan menyampaikan salam perpisahan, sebagaimana suatu bayangan yang tampaknya tetap, tetapi kenyatannya selalu bergerak.

Demikian pula, dunia menampilkan dirinya di balik kedok nenek sihir yang berseri-seri tetapi tak bermoral, berpura-pura mencintai anda, menyayangi anda dan kemudian membelot kepada musuh anda, meninggalkan anda mati merana karena rasa kecewa dan putus asa.

Isa a.s. melihat dunia terungkapkan dalam bentuk seorang wanita tua yang buruk muka. Ia bertanya kepada wanita itu, berapa banyak suami yang dipunyainya, dan mendapat jawaban, jumlahnya tak terhitung. Ia bertanya lagi, telah matikah mereka ataukah diceraikan. Kata si wanita, ia telah memenggal mereka semua. “Saya heran”, kata Isa a.s., “Atas kepandiran orang yang melihat apa yang telah kamu kerjakan kepada orang lain, tetapi masih tetap menginginimu.

Wanita sihir ini mematut dirinya dengan pakaian indah-indah dan penuh permata, menutupi mukanya dnegan cadar, kemudian mulai merayu manusia.

Sangat banyak dari mereka yang mengikutinya menuju kehancuran diri mereka sendiri. Rasulullah saw. Bersabda bahwa di Hari Pengadilan, dunia ini akan tampak dalam bentuk seorang nenek sihir yang seram, dengan mata yang hijau dan gigi bertonjolan. Orang-orang yang melihat mereka akan berkata, “Ampun! Siapa ini?” Malaikat pun akan menjawab, “Inilah dunia yang demi dia engkau bertengkar dan berkelahi serta saling merusakkan kehidupan satu sama lain.”

Kemudian wanita itu akan dicampakkan ke dalam neraka sementara dia menjerit keras-keras, “Oh Tuhan, di mana pencinta-pencintaku dahulu?” Tuhan pun kemudian akan memerintahkan agar mereka juga dilemparkan mengikutinya.

Siapa pun yang mau secara serius merenung tentang keabadian yang telah lalu, akan melihat bahwa kehidupan ini seperti sebuah perjalanan yang babakannya dicerminkan oleh tahun, liga-liga (ukuran jarak, kira-kira sama dengan tiga mil) oleh bulan, mil-mil oleh hari, dan langkah-langkah oleh saat.

Kemudian, kata-kata apa yang bisa menggambarkan ketololan manusia yang berupaya untuk menjadikannya tempat tinggal abadi dan membuat rencana¬rencana untuk sepuluh tahun mendatang mengenai apa-apa yang boleh jadi tak pernah ia butuhkan, karena sangat mungkin ia sepuluh hari lagi sudah berada di bawah tanah.

Orang-orang yang telah mengumbar diri tanpa batas dengan kesenangan-kesenangan dunia ini, pada saat kematiannya akan seperti seseorang yang memenuhi perutnya dengan bahan makanan terpilih dan lezat, kemudian memuntahkannya.

Kelezatannya telah hilang, tetapi ketidak-enakannya tinggal. Makin berlimpah harta yang telah mereka nikmati – taman-taman, budak-budak laki dan perempuan, emas, perak dan lain sebagainya – akan makin keraslah mereka rasakan kepahitan berpisah dari semuanya itu.

Kepahitan ini akan terasa lebih berat dari kematian, karena jiwa yang telah menjadikan ketamakan sebagai suatu kebiasaan tetap akan menderita di dunia yang akan datang akibat kepedihan nafsu-nafsu yang tak terpuasi.

Sifat berbahaya lainnya dari benda-benda duniawi adalah bahwa pada mulanya mereka tampak sebagai sekadar hal-hal sepele, tetapi hal-hal yang dianggap sepele ini masing-masing bercabang tak terhitung banyaknya sampai menelan seluruh waktu dan energi manusia.

Isa a.s. bersabda: “Pencinta dunia ini seperti seseorang yang minum air laut; makin banyak minum, makin hauslah ia sampai akhirnya mati akibat kehausan yang tak terpuasi,” Rasulullah saw. bersabda: “Engkau tak bisa lagi bercampur dengan dunia tanpa terkotori olehnya, sebagaimana engkau tak bisa menyelam dalam air tanpa menjadi basah”.

Dunia ini seperti sebuah meja yang terhampar bagi tamu-tamu yang datang dan pergi silih berganti. Ada piring-piring emas dan perak, makanan dan parfum yang berlimpah-limpah. Tamu yang bijaksana makan sebanyak yang ia butuhkan, menghirup harum-haruman, mengucapkan terima kasih pada tuan rumah, lalu pergi. Sebaliknya tamu-tamu yang tolol mencoba untuk membawa beberapa piring emas dan perak hanya dengan akibat semua itu direnggutkan dari tangannya dan ia pun dicampakkan ke dalam keadaan kecewa dan malu.

Akan kita tutup gambaran tentang sifat-menipu dunia dengan tamsil pendek berikut ini.

Misalkan sebuah kapal akan sampai pada sebuah pulau yang berhutan lebat. Kapten kapal berkata kepada para penumpang bahwa ia akan berhenti selama beberapa jam di sana, dan mereka boleh berjalan-jalan di pantai sebentar, tetapi memperingatkan mereka agar tidak terlalu lama. Maka para penumpang pun turun dan bertebaran ke berbagai arah.

Meskipun demikian, orang yang paling bijaksana (kelompok pertama) akan segera kembali, menemukan bahwa kapal itu kosong, lalu memilih tempat yang paling nyaman di dalamnya.

Kelompok penumpang yang kedua menghabiskan waktu yang agak lebih lama di pulau tersebut, mengagumi dedaunan, pepohonan dan mendengarkan nyanyian burung-burung. Ketika kembali ke kapal mereka temui tempat-tempat yang paling nyaman di kapal tersebut telah terisi dan terpaksa puas dengan tempat yang agak kurang nyaman.

Kelompok ketiga berjalan-jalan lebih lauh lagi dan menemukan batu-batu berwarna yang amat indah, lalu membawanya kembali ke kapal. Keterlambatan itu memaksa mereka untuk mendekam jauh di bagian paling rendah kapal itu, tempat mereka dapati batu-batuan yang mereka bawa – yang ketika itu telah kehilangan segenap keindahannya – mengganggu mereka di perjalanan.

Kelompok terakhir berjalan-jalan sedemikian jauh sehingga tak bisa dijangkau lagu oleh suara kapten kapal yang memanggil mereka untuk kembali ke kapal. Sehingga kapal itu pun akhirnya terpaksa berlayar tanpa mereka.

Meraka luntang-lantung dalam keadaan tanpa harapan dan akhirnya mati kelaparan, atau menjadi mangsa binatang buas.

Kelompok pertama mencerminkan orang-orang beriman yang sama sekali menjauhkan diri dari dunia,

dan kelompok yang terakhir adalah kelompok orang kafir yang hanya mengurusi dunia ini dan sama sekali tidak mengacuhkan yang akan datang.

Dua kelompok di antaranya adalah orang¬orang yang masih mempunyai iman, tapi menyibukkan diri mereka, sedikit atau banyak, dengan kesia-siaan benda-benda sekarang.

Meskipun telah kita katakan banyak hal yang menentang dunia, mesti diingat bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak termasuk di dalamnya, seperti ilmu dan amal shalih.

Seseorang membawa bersamanya ilmu yang ia miliki ke dunia yang akan datang dan, meskipun amal-amal shalihnya telah lampau, efeknya tetap tinggal dalam pribadinya.

Khususnya dengan ibadah yang menjadikan orang terus-menerus ingat dan cinta kepada Allah. Semuanya ini termasuk “hal-hal yang baik”, dan sebagaimana difirmankan dalam al-Quran, “tidak akan hapus.”

Ada hal-hal lainnya yang baik di dunia ini, seperti perkawinan, makanan, pakaian dan lain sebagainya, yang oleh orang yang bijaksana digunakan sekadarnya untuk membantunya mencapai dunia yang akan datang.

Benda¬benda lain yang memikat pikiran yang menyebabkan setiap kepada dunia ini dan ceroboh tentang dunia lain, adalah benar-benar kejahatan dan disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya: “Dunia ini terkutuk dan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya juga terkutuk, kecuali zikir kepada Allah dan segala sesuatu yang mendukung perbuatan itu .”

NB:
Bisa juga dibaca pada:

http://kimiakebahagiaan.wordpress.com